Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Reza Pahlevi Isfahani, harus mengakhiri perjuangannya di BWF World Tour Finals 2025 lebih cepat dari yang diharapkan akibat cedera ankle yang dialami oleh Reza. Cedera ini menjadi faktor utama kekalahan mereka dan memaksa mereka mundur dari ajang bergengsi tersebut. (badmintonindonesia.org)
Kronologi Cedera dan Kekalahan
Pada pertandingan fase grup BWF World Tour Finals 2025 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Reza mengalami cedera ankle saat tengah berusaha mengantisipasi smash lawan. Cedera ini membuat performa pasangan Sabar/Reza menurun drastis, hingga akhirnya mereka kalah dari pasangan kuat dari China dengan skor 18-21 dan 15-21. (bwfworldtourfinals.com)
Dampak Cedera bagi Tim Indonesia
Cedera yang dialami Reza langsung menjadi perhatian tim medis dan pelatih Indonesia. Meski sempat berusaha melanjutkan pertandingan, kondisinya yang kurang fit membuat Sabar/Reza sulit mengejar ketertinggalan. Keputusan mundur dari turnamen akhirnya diambil demi keselamatan dan proses pemulihan Reza agar tidak semakin parah. (badmintonindonesia.org)
Respons Pelatih dan Tim
Pelatih ganda putra Indonesia, Hendra Wijaya, menyatakan dukungannya kepada Sabar/Reza dan optimis bahwa cedera ini tidak akan menghambat perjalanan karier mereka ke depan. “Ini hanya rintangan sementara, mereka akan kembali lebih kuat setelah pemulihan. Kami juga sudah siapkan program rehab khusus untuk Reza,” ungkap Hendra. (badmintonindonesia.org)
Rencana Pemulihan dan Target Selanjutnya
Reza akan menjalani fisioterapi intensif selama beberapa minggu ke depan. Tim Indonesia berharap ia dapat pulih maksimal sebelum kejuaraan-kejuaraan besar berikutnya, termasuk Kejuaraan Asia dan Piala Thomas yang dijadwalkan tahun depan. Sabar/Reza masih dianggap sebagai salah satu pasangan potensial yang akan terus dibina untuk membawa prestasi bagi Indonesia. (bwfworldtourfinals.com)
Kesimpulan
Cedera ankle yang dialami oleh Reza Pahlevi Isfahani menjadi kendala serius bagi Sabar/Reza di BWF World Tour Finals 2025. Meskipun harus mengakhiri perjuangan lebih awal, dukungan penuh dari tim dan pelatih diyakini akan membantu proses pemulihan dan persiapan mereka menuju turnamen-turnamen besar berikutnya. Semangat dan tekad tetap tinggi untuk membawa nama Indonesia kembali ke puncak dunia bulu tangkis.